Minggu, 16 Oktober 2011

Program kerja Waka kesiswaan


A.     PROGRAM KERJA WAKA KESISWAAN
1.      PPDB
2.      Masa orientasi Siswa (MOS)
3.      Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa
4.      Pergantian Pengurus OSIS
5.      Upacara Bendera/Peringatan Hari Besar
6.      Peringatan Hari Keagamaan
7.      Pesantren Kilat/Pembinaan Mental
8.      Ekstrakurikuler
9.      Sholat Jumat
10.  Perpisahan/Wisuda
11.  Operasi Kelas
12.  Penerbitan Majalah Dinding
13.  Mengikuti :
·         OSTN
·         LKS
·         FLSSN
·         O2SN
·         PMKBN
14.  Pengiriman siswa mengikuti seminar, pelatihan, dan workshop
15.  Pembinaan Harian
16.  Koordinasi Aparat
17.  Agenda Siswa
18.  Class Meeting
19.  Menghadiri acara undangan
20.  Pembuatan Kartu Pelajar
21.  Wisuda
22.  Buku Tahunan
23.  Fun Bike
24.  Dana Sosial/Beasiswa
25.  Amal Jumat

Senin, 23 Mei 2011

Resume penjas kelas XI

RESUME  PENJAS  SEMESTER  GENAP
KELAS  XI  (SEBELAS)



BOLA  BASKET

Bola  Basket, merupakan salah satu permainan yang mengandung beberapa unsure yang dipadukan menjadi satu kesatuan dengan memperagakan keterampilan seseorang dan juga mengandung nilai seni dalam  mempertontonkan  kemahiran pada mereka yang menyaksikannya.
Bola Basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya, karena  terdiri dari ganungan unsur – unsur gerak yang terkoordinasi, tujuan permainan basket adalah  memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga  keranjang sendiri.
Pada dasarnya gerakan yang efisien adalah gerakan yang  benar tanpa kehilangan tenaga, misalnya pada gerakan mendorong.  Lay up merupakan salah satu  gerakam dari permainan bola basket. Gerakan yang benar dalam lay up adalah  melangkah 2 sampai  3 langkah lalu paha kanan diangkat  mengikuti   gerakan tangan kanan yang siap  memasukkan  bola  ke ring basket.

SEPAK  BOLA
Latihan Sepak Bola  mempunyai berbagai tujuan khusus  antara lain meningkatkan  penguasaan keterampilan  teknis dalam situasi  bermain, melatih, dan menerapkan  taktik  atau strategi tertentu.
Dalam setiap permainan sepak bola memiliki peraturan – peraturan  yang berguna untuk pemain, wasit, dan hakim  garis.
A.    Pelanggaran dan tindakan  yang  kurang sopan.
v    Seorang pemain yang dengan sengaja melakukan salah satu dari Sembilan pelanggaran berikut :
1.    Menyepak atau mencoba menyepak lawan.
2.    Melompati seorang pemain lawan.
3.    Menjegal lawan dari depan dan belakang.
4.    Menyerang lawan dari belakang, kecuali ia menghalang – halangi.
5.    Menyerang pemain lawan dengan kasar dan ber
6.    Memegang  lawan.
7.    Memukul, meludahi  lawan.
8.    Membawa  bola  dengan  tangan.
9.    Mendorong  lawan.

B.    Seorang pemain sepak bola harus diberi peringatan apabila :
1.    Terus menerus melanggar  peraturan  permainan.
2.    Keluar  masuk  lapangan  tanpa  izin.
3.    Menunjukkan  kata – kata  kasar atau  perbuatan  kurang  setuju  pada  keputusan  wasit.

C.    Seorang  pemain  harus  di keluarkan dari lapangan permainan apabila melakukan hal – hal  berikut :
1.    Menurut  pendapat wasit  ia bersalah  karena  tindakan  kasar atau  permainan kotor.
2.    Menggunakan  kata – kata  kotor dan kasar.
3.    Tetap  melakukan  tindakan  yang tidak  pantas walaupun  telah  diberi  peringatan.


TENIS  MEJA.
Dalam permainan tenis meja bertahan adalah salah satu teknik permainan yang baik dan penting, teknik  bertahan dapat juga  membuka permainan agresif, pada dasarnya bertahan adalah suatu strategi pertandingan yang pasif dan susah penguasaannya daripada teknik serang.
Di dalam pertandingan apabila penyerang salah terka atau salah memukul (out) pemain  bertahan   mendapatkan  angka  dan tidak mustahil dapat memenangkan  pertandingan, dalam permainan tenis meja terdapat bermacam – macam teknik bertahan, diantaranya  cut defensive  yang merupakan gaya permainan dalam  mengembalikan  bola menunggu bola lawan datang  dengan  kecepatan tinggi. Deep Defensive :  saat bola  sudah  jauh,  short  defensive : pengembalian  bola diatas meja.  Posisi  pemain cut defensive yang baik adalah berdiri menghadap meja dengan  jarak  kurang lebih 30  cm, berat  badan  harus  berada  pada  kedua  kaki.
Bet ping pong  dalam pertandingan wajib  menggunakan  dua  warna : merah  dan  hitam, dan  bola  yang  digunakan  harus  berwarna  terang.


ATLETIK.
Salah satu nomor lari  yang diperlombakan adalah nomor lari  jarak menengah  berjarak  3.000  meter yang dilakukan di track.  Atletik  untuk lari cross country biasanya dilakukan di tanah perbukitan dan lari  marathon yang berjarak 42 Km,  195  meter  dilakukan  di jalan  raya, sedangkan  untuk  jarak  lari  crous  country  sekitar  10.000  meter.

BOLA  KOLONG.
Bola  kolong  adalah  salah satu  permainan tradisional, waktu  yang digunakan dalam permainan bola  kolong  adalah  2  x  15  menit. Point  kemenangan dalam permainan  adalah  5  point, diameter  bola  kolong  adalah  30  cm, bola  kolong  berbentuk  bulat,  cara memainkan  permainan bola kolong adalah dipantulkan kemudian  melangkah sebanyak 3 kali langkah  terus  dipantulkan  kembali. Gol  dalam permainan bola kolong  terjadi jika bola masuk kedlam kipper  kita  sendiri,  satu  team  dalam  permainan bola kolong  ada  5  orang.

BOLA  TANGAN.
Permainan  bola  tangan berasal  dari  Jerman,  pencipta  permainan  ini  adalah  Max  Haizer.  Lama  permainan  bola  tangan  adalah  2  x  20  menit,  jumlah  pemain  dalam  permainan  bola  tangan  saat  bertanding dilapangan  adalah  5  orang  pemain.
    Pelanggaran yang terberat dalam permainan bola tangan adalah melempar  bola  tangan  ke muka lawan atau  kawan sendiri.

Resume penjas kelas XI

RESUME  PENJAS  SEMESTER  GENAP
KELAS  XI  (SEBELAS)



BOLA  BASKET

Bola  Basket, merupakan salah satu permainan yang mengandung beberapa unsure yang dipadukan menjadi satu kesatuan dengan memperagakan keterampilan seseorang dan juga mengandung nilai seni dalam  mempertontonkan  kemahiran pada mereka yang menyaksikannya.
Bola Basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya, karena  terdiri dari ganungan unsur – unsur gerak yang terkoordinasi, tujuan permainan basket adalah  memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga  keranjang sendiri.
Pada dasarnya gerakan yang efisien adalah gerakan yang  benar tanpa kehilangan tenaga, misalnya pada gerakan mendorong.  Lay up merupakan salah satu  gerakam dari permainan bola basket. Gerakan yang benar dalam lay up adalah  melangkah 2 sampai  3 langkah lalu paha kanan diangkat  mengikuti   gerakan tangan kanan yang siap  memasukkan  bola  ke ring basket.

SEPAK  BOLA
Latihan Sepak Bola  mempunyai berbagai tujuan khusus  antara lain meningkatkan  penguasaan keterampilan  teknis dalam situasi  bermain, melatih, dan menerapkan  taktik  atau strategi tertentu.
Dalam setiap permainan sepak bola memiliki peraturan – peraturan  yang berguna untuk pemain, wasit, dan hakim  garis.
A.    Pelanggaran dan tindakan  yang  kurang sopan.
v    Seorang pemain yang dengan sengaja melakukan salah satu dari Sembilan pelanggaran berikut :
1.    Menyepak atau mencoba menyepak lawan.
2.    Melompati seorang pemain lawan.
3.    Menjegal lawan dari depan dan belakang.
4.    Menyerang lawan dari belakang, kecuali ia menghalang – halangi.
5.    Menyerang pemain lawan dengan kasar dan ber
6.    Memegang  lawan.
7.    Memukul, meludahi  lawan.
8.    Membawa  bola  dengan  tangan.
9.    Mendorong  lawan.

B.    Seorang pemain sepak bola harus diberi peringatan apabila :
1.    Terus menerus melanggar  peraturan  permainan.
2.    Keluar  masuk  lapangan  tanpa  izin.
3.    Menunjukkan  kata – kata  kasar atau  perbuatan  kurang  setuju  pada  keputusan  wasit.

C.    Seorang  pemain  harus  di keluarkan dari lapangan permainan apabila melakukan hal – hal  berikut :
1.    Menurut  pendapat wasit  ia bersalah  karena  tindakan  kasar atau  permainan kotor.
2.    Menggunakan  kata – kata  kotor dan kasar.
3.    Tetap  melakukan  tindakan  yang tidak  pantas walaupun  telah  diberi  peringatan.


TENIS  MEJA.
Dalam permainan tenis meja bertahan adalah salah satu teknik permainan yang baik dan penting, teknik  bertahan dapat juga  membuka permainan agresif, pada dasarnya bertahan adalah suatu strategi pertandingan yang pasif dan susah penguasaannya daripada teknik serang.
Di dalam pertandingan apabila penyerang salah terka atau salah memukul (out) pemain  bertahan   mendapatkan  angka  dan tidak mustahil dapat memenangkan  pertandingan, dalam permainan tenis meja terdapat bermacam – macam teknik bertahan, diantaranya  cut defensive  yang merupakan gaya permainan dalam  mengembalikan  bola menunggu bola lawan datang  dengan  kecepatan tinggi. Deep Defensive :  saat bola  sudah  jauh,  short  defensive : pengembalian  bola diatas meja.  Posisi  pemain cut defensive yang baik adalah berdiri menghadap meja dengan  jarak  kurang lebih 30  cm, berat  badan  harus  berada  pada  kedua  kaki.
Bet ping pong  dalam pertandingan wajib  menggunakan  dua  warna : merah  dan  hitam, dan  bola  yang  digunakan  harus  berwarna  terang.


ATLETIK.
Salah satu nomor lari  yang diperlombakan adalah nomor lari  jarak menengah  berjarak  3.000  meter yang dilakukan di track.  Atletik  untuk lari cross country biasanya dilakukan di tanah perbukitan dan lari  marathon yang berjarak 42 Km,  195  meter  dilakukan  di jalan  raya, sedangkan  untuk  jarak  lari  crous  country  sekitar  10.000  meter.

BOLA  KOLONG.
Bola  kolong  adalah  salah satu  permainan tradisional, waktu  yang digunakan dalam permainan bola  kolong  adalah  2  x  15  menit. Point  kemenangan dalam permainan  adalah  5  point, diameter  bola  kolong  adalah  30  cm, bola  kolong  berbentuk  bulat,  cara memainkan  permainan bola kolong adalah dipantulkan kemudian  melangkah sebanyak 3 kali langkah  terus  dipantulkan  kembali. Gol  dalam permainan bola kolong  terjadi jika bola masuk kedlam kipper  kita  sendiri,  satu  team  dalam  permainan bola kolong  ada  5  orang.

BOLA  TANGAN.
Permainan  bola  tangan berasal  dari  Jerman,  pencipta  permainan  ini  adalah  Max  Haizer.  Lama  permainan  bola  tangan  adalah  2  x  20  menit,  jumlah  pemain  dalam  permainan  bola  tangan  saat  bertanding dilapangan  adalah  5  orang  pemain.
    Pelanggaran yang terberat dalam permainan bola tangan adalah melempar  bola  tangan  ke muka lawan atau  kawan sendiri.

Jumat, 18 Maret 2011

Pengembangan Kurikulum

JAWABAN NO : 1. Hal yang harus diperhatikan oleh sekolah yg ingin mengadopsi kurikulum dari sekolah Favorite adalah : 1. Analisa Konteks: Sekolah menganalisa dulu kebutuhan yang mendesak dari sekolah tersebut apa…? Gunakan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan tersebut, mulai dari kebutuhan, sarana dan prasarana penunjang KBM, seperti peralatan computer, laptop, Internet,, hot spot dan peralatan multi media lainya yang dibutuhkan dalam menunjang pembelajaran, Faktor utama yang harus dikembangkan adalah, pengembangan Sumber Daya Manusia, Para guru tersebut, sebagai ujung tombak pembelajaran, dengan tersedianya sumber belajar guru yg mampu menoprasionalkan peralatan ICT, maka sekolah tersebut, mampu mengikuti perkrmbangan jaman, sebab mengadopsi sekolah faporite tanpa mempersiapkan SDM di sekolah tersebut adalah sia-sia. 2. Efisiensi Kurikulum Kurikulum yg terlalu gemuk di sekolah, akan mengakibatkan Overload, bukan hanya bagi siswanya, juga bagi gurunya sendiri, kurikulum dirancang sesuai dengan kebutuhan sekolah setelah melakukan validasi kurikulum bersama dengan dunia usaha dan dunia industry, karena dengan duduk bersama antara sekolah dan pihak pemakai jasa sekolah dalam hal ini dunia usaha dan dunia industry, diharapkan kesenjangan antara kebutuhan pegawai,pekerja,karyawan akan dapat diatasi. Contoh soal : sekolah smk adalah sekolah yang orientasi siswanya masuk ke sekolah tersebut adalah dapat langsung bekerja, untuk itu sarana dan prasara sekolah harus mendukung dalam prosese pembelajaran tersebut, agar setelah selesai anak langsung bisa bekerja, karena sekolah smk yang berhasil, Indikatornya adalah keterserapan tamatan di dunia kerja, bukan pada perguruan tinggi

Kamis, 10 Maret 2011

ISTILAH – ISTILAH KURIKULUM


1. Permulaan Tahun Pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
2. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
3. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
4. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari – hari besar nasional, dan hari libur khusus.
5. Kegiatan Tatap Muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.
6. Hari Belajar Efektif adalah hari belajar yang betul – betul digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan kurikulum.
7. Semester adalah satuan waktu pemberian pelajaran yang membagi tahun pelajaran menjadi Semester 1 (satu) dan Semester 2 (dua).
8. Tahun Pelajaran adalah satuan waktu pemberian pelajaran selama satu tahun.
9. Libur Semester adalah libur yang diadakan pada akhir setiap semester.
10. Libur Umum adalah libur yang diadakan untuk memperingati peristiwa nasional atau keagamaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Surat Edaran Gubernur Provinsi DKI Jakarta.
11. Libur Ramadhan adalah libur awal puasa dan sekitar hari raya Idul Fitri.
12. Libur Khusus adalah libur yang diadakan sehubungan dengan adanya keperluan lain di luar ketentuan tentang libur umum dan libur bulan Ramadhan.
13. Ujian Akhir adalah Ujian yang materi ujiannya disiapkan oleh pusat dan sekolah.
14. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan/atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
15. Kegiatan Tengah Semester adalah porseni, karyawisata, lomba kreativitas atau praktik pembelajaran yang bertujuan mengembangkan bakat, kepribadian, prestasi dan kreativitas siswa dalam rangka pengembangan pendidikan anak seutuhnya.
16. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.
17. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.


DOKUMEN EKSTERNAL

1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.
4. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen Tahun 2008, Teknik Penyusunan Soal.
5. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen Tahun 2008, Teknik Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
6. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen Implementasi Sistem Kredit Semester pada Sekolah Menengah Kejuruan.
7. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen Model – model Pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan.
8. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan diri pada Sekolah Menengah Kejuruan.
9. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen, Teknik Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan.
10. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen, Teknik Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal Sekolah Menengah Kejuruan.
11. Departemen Pendidikan Nasional Dikdasmen, Penilaian Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan.
12. KTSP SMK Negeri 30 Jakarta edisi revisi I.
13. Modul – modul guru.
14. Buku - buku pelajaran penunjang yang relevan.



















LAPORAN KEGIATAN KURIKULUM SMESTER GANJIL 2010-2011

1.Menyusun Program Kegiatan Belajar Mengajar Selama satu Tahun dan Tiap Semester
-Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar Sudah di tempel didepan Sekolah Dengan Rincian
a.Nama Guru
bKode Guru
c.Alokasi waktu
d.Mata Pelajaran
eDaftar piket
2.Menyusun proses belajar mengajar
-Membuat Administrasi guru yg terdiri dari
a.Kalender pendidikan
b.Program Semester
c.Alokasi Waktu
d.Pemetaan
e.Absensi
f.Daftar Nilai
g.Rpp
Dalam Point ini Hasil dari Pemantauan hanya ada satu guru yg belum melengkapi administrasi berupa pengesahan dari kepala sekolah yaitu guru di jrusan Busana
3.Melanjutkan Pengembangan KTSP , berupa, Spektrum baru penambahan materi lingkungan hidup,Kewirausahaan,Pendidikan Karakterbangsa.
Dalam Program ini yang belum tuntas adalah Memasukan Pendidikan karakter bangsa, karena perubahan di bidang ini , berlangsung di tengah smester yang berlangsung.
4.Menerapkan Kurikulum Ktsp Yang direvisi, Revisi baru dilakukan satu kali sejak program Ktsp 2006
5.Mengkordinir Penyusunan Program Pembelajaran
Program ini sudah berlangsung
6.Mengkordinir Proses Pembelajaran
Program ini berlangsung setiap hari
7. Menyusun Supervisi kelas
Target yang dilakukan adalah pada 18 guru, baik Pns/Non Pns
Yang sudah dilakukan adalah pada 9 guru normatif adaftip, 2 guru Jurusan Busana, 2 guru jurusan Akp dan 1 jurusan Boga. dari target 18 guru , yang baru dilakukan adalah 14 orang guru.
8.Mengkordinir UAS Semester
Sudah berlangsung satu kali dalam semester ganjil
9.Mengkordinir TKM dan Try out
Baru berlangsung dua kali, dari K3sk dan Dinas Pendidikan
10. Mengkordinir Persiapan dan Pelaksanaan UAS
11.Mengkordinir PM (Pendalaman Materi)
12. Mewakili Kepala Sekolah Sesuai Dengan Bidangnya

Rabu, 09 Maret 2011

DAFTAR  ISI
                                                Halaman
JUDUL                    ………………………           i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING    ………………………           ii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI    ………………………           iii
KATA  PENGANTAR            ………………………           iv
ABSTRAK                    ………………………           vi
DAFTAR  ISI                    ………………………           vii
DAFTAR  TABEL                ………………………           xi
DAFTAR  GAMBAR                ………………………           xii
DAFTAR  LAMPIRAN            ………………………           xiii

BAB    I    PENDAHULUAN        ………………………           1
1.1     Latar Belakang  ………………………….…………           1
1.2    Identifikasi  Masalah    ………………………                       9
1.3    Pembatasan  Masalah    ………………………                   10
1.4    Perumusan Masalah         ………………………           10
1.5    Tujuan  Penelitian………………………………………………..10   
1.6    Kegunaan Penelitian   ……………             …………           11

BAB    II   TINJAUAN  PUSTAKA    ………………………                       12
                  2.1.Landasan Teori atau Konsepsi 
                      2.1.1.Pengertian Sertifikasi
                        2.1.11. Persyaratan Sertifikasi    ………………           13
                        2.11.2. Prosedur  Sertifikasi    ………………                       14
2.11.3. Instrumen  Sertifikasi    ………………                       16
2.1.1.4. Proses Penyelenggaraan Ujian    ………           16
2.1.1.5. Tujuan  Sertifikasi    ………………                       17
2.1.1.6. Manfaat  Sertifikasi    ………………                       18


  2.1.2.   Pengertian  Kompetensi    ……………………           18
    2.2.1. Kompetensi  Kepribadian    ……………              24
    2.2.2. Kompetensi  Pedagogik        ……………           26
            2.2.3. Kompetensi  Profesional    ……………           27
            2.2.4. Kompetensi  Sosial        ……………           28
          2.1.3.   Pengertian  Kinerja    ……………………………           29
        2.2.   Kerangka  Pemikiran    ……………………………           34   
            2.4.1. Pengaruh Sertifikasi terhadap Kinerja Guru           34
            2.4.2. Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Guru           35
            2.4.3. Pengaruh Sertifikasi dan Kompetensi secara
     Bersama-sama        ……………………           36
                          2.3.  Variabel dan Indikator…………………………………….38
                                   2.3.1. Variabel Sertifikasi…………………………………40
                                   2.3.2. Variabel Kompetensi……………………………… 42
                                   2.3.3. Variabel Kinerja…………………………………….43
    2.4.   Hipotesis Statistik    ……………………………            39

BAB    III    : OBYEK  DAN  METODOLOGI  PENELITIAN       
3.1.     Gambaran Umum Objek Penelitian    ……………           40   
    3.1.1.    Sejarah Singkat SMKN 30 Jakarta    ……           41
            3.1.1.1. Profil SMKN 30 Jakarta    ……           44
            3.1.1.2. Bidang/Program keahlian    ……           45
3.2.    Desain  Penelitian    ……………………………           47
   
3.3.    Devinisi  Operasional Variabel Penelitian    ……           48
    3.31.    Penyusunan skala dan indeks    ……………           50
3.4.    Metode  Penarikan  Sampel……………………….           51
    3.4.1.    Populasi    ……………………………           51
    3.4.2.    Sampel    .    ……………………………           51
3.5.    Teknik  Pengumpulan   dan Pengolahan Data                       51
    3.5.1.    Data  Primer    ……………………………           52
    3.5.2.    Data  Sekunder…………………………...           52
    3.5.3.    Editing        ……………………………           52
    3.5.4.    Pemberian  Skor ………………………….           52
    3.5.5.    Tabulasi    ……………………………           52   
3.6.    Metode  Analisis    ……………………………           53
    3.6.1.    Korelasi Sederhana Pearson Product
            Moment    ……………………………           53
    3.6.2.    Korelasi  Ganda  Pearson  Product
            Moment    ……………………………           56
            3.7.  Pengujian  Validitas  dan  Reabilitas  Instrumen           59
            3.7.1.    Pengujian  Validitas  Instrumen    ……           59
                3.7.1.1. Pengujian Validitas dan Reabilitas
                     Instrumen Sertifikasi Variabel X1           59
                3.7.1.2. Pengujian Validitas dan Reabilitas
                     Instrumen Kompetensi Variabel X2           64
                3.7.1.3. Pengujian Validitas dan Reabilitas
                     Instrumen Kinerja Guru …………           68

BAB    IV    : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN    ……           72   
4.1.    Deskripsi  dan Pengolahan data Hasil Penelitian……..
    4.1.
4.2.    Pengujian Persyaratan  Analisis    ……………           75
    4.2.1.    Pengujian Normalitas Regresi  Parsial
        Variabel Sertifikasi terhadap Variabel
                       Kinerja guru                                                          76

    4.2.2.    Pengujian Normalitas Regresi Parsial
        Variabel Kompetensi terhadap Variabel
        Kinerja  Guru    ……………………………           77
    4.2.3.    Pengujian Normalitas Regresi Berganda
        Variabel  Sertifikasi dan Kompetensi
        Terhadap Variabel Kinerja Guru               79
4.3.    Pengujian  Hipotesis    ……………………………           84
    4.3.1.     Pengujian  Hipotesis  Pertama …………..           84
    4.3.2.    Pengujian  Hipotesis  Kedua    ……………           86
    4.3.3.    Pengujian  Hipotesis Ketiga    ……………           89
    4.3.4.    Pengujian  Hipoteisi Keempat …………...           91
4.4.    Pembahasan  Hasil  Penelitian    ……………           94
    4.4.1.    Sertifikasi  Guru    ……………………           94
    4.4.2.    Kompetensi        ……………………           94
    4.4.3.    Sertifikasi dan Kompetensi    ……………           95
    4.4.4.    Pengaruh Sertifikasi dan Kompetensi
        Secara  Bersama – sama    ……………           96
4.5.    Interpretasi dan Pembahasan    ……………………           96
   

BAB    V    : KESIMPULAN  DAN  SARAN    ……………………           98
1.    Kesimpulan    ……………………………………           98
2.    Saran        ……………………………………           99


DAFTAR  PUSTAKA        …………………………………...           101
DAFTAR  RIWAYAT  HIDUP    ……………………………………           103
LAMPIRAN